//Tips dari Kiyai Gontor Agar Anak Betah Belajar di Pondok Pesantren
Tausiyah KH Hasan Abdullah Sahal Gontor

Tips dari Kiyai Gontor Agar Anak Betah Belajar di Pondok Pesantren

Memiliki anak nan soleh/ah dan berbakti pada orang tua adalah dambaan setiap orang, karena anak seperti ini adalah asset dan investasi masa depan dunia akhirat para orang tua dimanapun. Dan pesantren menjadi tujuan utama dalam mendidik dan membentuk anak sesuai dengan impian bersama tersebut.

Namun faktanya, tidak mudah bagi anak untuk bisa belajar disebuah pesantren. Apalagi harus jauh dari pelukan orang tua. Inilah yang menjadi problematika sebagian besar para orang tua yang memasukkan putra putri mereka ke Pesantren. Anak tidak betah, sering gelisah, belajar tidak fokus dan ujungnya merengek minta pulang.

Salah satu sebab utama anak sering gelisah dan tidak betah belajar di Pondok Pesantren adalah karena orang tua belum ikhlas

Berikut ada tips mujarab dari KH. Hasan Abdullah Sahal – Pimpinan Pondok Modern Gontor – saat menjawab keluhan salah satu wali santri di salah satu pesantren tahfidz yang beliau asuh, yang kami ambil dari postingan fesbuk wali santri yang bernama (Sofia Aini Abbas) tersebut

******

Melepas anak ke pesantren memang perlu perjuangan dan pengorbanan. Bukan pekerjaan mudah. Tapi berdasar pengalaman saya menyekolahkan 2 anak ke pesantren memberi banyak ilmu dan hikmah bagi saya pribadi dan suami mas Ali Rohman khususnya.

2 bln pertama naluri keibuan saya masih mendominasi, saya sering nangis, gak tega, khawatir berlebihan dan hal-hal ‘konyol’ lainnya yg saya lakukan dulu (7th yg lalu) disaat melepas si sulung Syadzwan ternyata memberi efek negatif pada perkembangan Syadzwn di pondok. Anak jadi rewel, sulit berkonsentrasi dan menghafal, hingga di bulan ke 3 (saat penjengukan) saya bertemu Kiyai Hasan A Sahal, saya mendapat teguran sekaligus tamparan yang akhirnya membuat saya sadar…

Pak Kiyai menegur saya :
“sudah 3 bulan di pondok Anakmu masih rewel, Kunci utamanya ada di kamu, ibunya. Kamu belum ikhlas, di rumah sering nangis, hal ini “nyetrum ” ke anakmu. Di pondok rewel, nangis terus, gak bisa konsentrasi menghafal, kamu jangan sombong merasa memiliki anakmu, kamu pikir dengan kamu manjakan di rumah itu bagus buat masa depannya?

INI DIA : Cara Cepat Tingkatkan Penghasilan Lewat Bisnis Online dan Internet Marketing dari Rumah

Salah, justru manja itu yang akan menghambat masa depan anakmu karena nanti mereka gak bisa mandiri, gak paham agama, gak ngerti Quran, gak punya akhlaq, ujung – ujungnya gak bisa jadi jariyahmu kalau kamu mati. Anak mau masuk pondok apalagi menghafal Quran gak usah di tangisi. Itu rezeki, kamu harus bersyukur.

Bayangkan kalau anak – anakmu hidup di luar sekarang, apa iya kamu tega setiap jam 4 maksa mereka untuk tahajud ? apa iya setiap hari kamu ada waktu menyimak setoran hafalan mereka ? coba kamu lihat dirimu sekarang sudah yakin kah kira – kira sholatmu, puasamu, bisa buat kamu masuk surga ? Kalo kamu yakin amalmu bisa menjamin kamu masuk surga yo sak karepmu.

Urusen anakmu dengan budaya bubrah yang sekarang lagi trend di luar sana. Anak – anak  kecil wes podo pinter dolanan hape buka situs apa saja bisa, bangga punya ini itu baju sepatu tas ber merk, lha pas di suruh ngaji blekak blekuk. Di tanya tentang agama prengas prenges…arep dadi opo.. Kamu hanya dititipi mereka, nanti kamu akan di mintai pertanggungjawaban atas mereka. Kiro – kiro kalo anakmu lebih bangga kenal artis artis, lebih bangga dengan benda benda ber merk, lebih seneng menghafal lagu ora genah, gak kenal Gusti Allah, gak kenal kanjeng Nabi, gak bisa baca dan paham Quran gak ngerti budi pekerti.. Lha kamu mati mau jawab apa di hadapan Gusti Allah ? Apa hak mu menghalangi anak-anakmu lebih dekat dengan pemiliknya dengan jalan tholabul ilmi di lingkungan yang mendukung mereka menjadi lebih arif dan berbudi ? Kamu hanya perantara, dipinjami, dititipi, diamanahi…”

Demikian pesan Pak Kiyai pada saya…

Sadar dengan kebodohan yang sudah saya lakukan, saya pulang dengan niat baru, belajar ikhlas dan belajar meyakinkan diri bahwa kita orang tua hanya dititipi, maka kita punya tanggungjawab penuh menjaga titipan Gusti Allah.

BursaBuku.id | Toko Buku Online Terpercaya Punya Alumni GONTOR

Dan alhmdulillah setelah saya “lepas” dari segala bentuk kekhawatiran, perkembangan Syadzwn berubah drastis, dalam waktu kurang dari 8 bln bisa menyelesaikan 4 juz sekaligus, plus surprise dgn keberanian dan kemandirian yangg berkembang.

Hal ini pula yang membuat saya sudah jauh lebih siap melepas Helva anak ke-2 (saat ini duduk di kelas 2 sd, mahad almuqoddasah). Dan Alhmdulillah dengan ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan disaat melepas si sulung dulu, Helva bisa tegar, meski terkadang masih nangis kalau paket makanan terlambat di kirim.

Semoga sedikit sharing ini bisa lebih memantapkan ayah bunda utk melepas putra/i nya ke pondok…

++++++++++++++

 

****
Ma’had Al Muqoddasah adalah pesantren “adik” GONTOR yang didirikan oleh KH. Hasan Abdullah Sahal yg juga Pimpinan Pondok Modern GONTOR spesialisasi Tahfidz Quran untuk anak anak, lokasinyapun dekat GONTOR Di Ponorogo…

Comments

comments