//Faya, Alumni GONTOR Putri Yang Kuliah di China
Primago Express, Faya, Rufaida Arfayani, Alumni GONTOR Putri Kuliah di China

Faya, Alumni GONTOR Putri Yang Kuliah di China

Alumni GONTOR kuliah dinegara Timur Tengah bahkan di dataran Eropa hingga Amerika serta Australia ? itu biasa dan sangat banyak.

Tapiiii… Alumni GONTOR kuliah di China? Ini baru langka, sebab kami belum pernah mengetahui dan mendengar ada alumni GONTOR yang belajar ke China setelah tamat dari GONTOR. Pasalnya banyak alasan kenapa China tidak menjadi tujuan utama “jajahan” Para Pemburu Ilmu dari GONTOR.

Disamping (mungkin) karena China dikenal sebagai kiblat komunis dunia yang merupakan ideologi musuh bebuyutan ideologi Gontorian, juga karena faktor bahasa yang tidak dikuasai oleh seluruh alumni GONTOR yang baru lulus.

Beda halnya dengan negara negara tujuan sebelumnya, dimana bagi alumni GONTOR bukan perkara sulit. Disamping karena mereka tinggal mengikuti dan menyusuri jejak jejaring senior mereka, bahasa negara negara tersebut (Arab / Inggris) merupakan bahasa kedua yang mereka kuasai setelah bahasa Indonesia.

Primago Express, Faya, Rufaida Arfayani, Alumni GONTOR Putri Kuliah di China

Adalah Ustadzah Rufaida Arfayani, alumni GONTOR Putri angkatan 2015 merupakan salah satu (mungkin satu satunya) alumni GONTOR yang “nyeleneh bin aneh” yang menjadikan negeri Jack Ma tersebut sebagai tujuan belajarnya setelah tamat dari GONTOR.

Ustadzah Faya, begitu kami memanggilnya, sejak 2017 kuliah disalah satu Institut di Provinsi Jiangsu China. Beliau mendapat beasiswa dari salah satu lembaga donor di Indonesia, sampai selesai dengan catatan nilainya harus selalu bagus.

Saat ditanya kenapa kuliah di China dan bukan ke negara yang banyak alumni GONTORnya ?
“Ana cuma mau kuliah Gratis karena nggak mau lagi bebani orang tua, dan ternyata dapatnya sponsor ke China ini…” jawabnya simpel.

Kebayang kaaann… Gimana perjuanganya untuk menaklukan negeri beruang imut tersebut ditengah keterbatasan yang dimiliki ?
Tidak bisa bahasa Mandarin, bukan dari keluarga mampu (bahkan awal awalnya dilarang oleh ortu), tidak punya relasi disana, negeri yang dimasukipun negeri “merah”, daaaann perempuan berjilbab lagi…

Namun… Bukan alumni GONTOR namanya kalau harus kalah dengan segala keterbatasan tersebut. Ustadzah Faya bisa menaklukan keterbatasan keterbatasan dirinya dan tantangan barunya tersebut sehingga sekarang dirinya tercatat sebagai salah satu mahasiswi jurusan Ilmu Bisnis China dikampusnya tersebut.

Saat ditanya, apa tips belajar di China ?

“Harus bermental dan berkarakter kuat agar tidak terbawa arus pergaulan, pemikiran dan budaya negatif disana…” jawabnya.

Pertengahan tahun 2018 lalu Ustadzah Faya pulang dan menetap lagi di Indonesia, karena faktor Ayah tercinta mulai sakit dan akhirnya meninggal dunia tak lama pulang ke Indonesia (Allahummaghfirlahu Warhamhu Waafihi Wafuanhu… Aamiin…), tapi statusnya sebagai mahasiswi negeri Tirai Bambu tersebut tidaklah putus, karena dia bisa ambil kelas jarak jauh dengan metode eLearning secara online, dan beasiswanyapun tetap menyambung.

Di negeri tercinta, kini Ustadzah Faya berkhidmah di PRIMAGO Grup. Bersama alumni muda GONTOR potensial lainnya dia berjuang mempersiapkan bibit bibit muda santri GONTOR terbaik masa depan.

Dengan pembawaannya yang energik, baik, gesit, ramah dan jiwa mendidik yang diinstal GONTOR dalam dirinya menjadikan Ustadzah Faya selalu dirindukan oleh anak didik Putri PRIMAGO.

Makanya di PR1MAGO kami berikan dia keleluasan (termasuk alumni muda lainnya) untuk bereksplorasi sesuai dengan kemauan dan kemampuannya. Bahkan hampir tidak ada urusan di PR1MAGO, Ustadzah Faya ada andil didalamnya, termasuk merintis jasa ekspedisi PR1MAGO Xpress & PR1MARCEL’S.

Nur Juli Zar

Dan saat tulisan ini dibuat (Kamis 10/1/19) Ustadzah Faya mengakhiri masa tugas kampusnya di Singapura selama 4 hari. Sejak tanggal 7/1/19 lalu, mantan anggota konsulat Kediri ini terbang ke Singapura, karena dipercaya untuk presentasi tentang kampusnya disalah satu perusahaan Jepang disana, menggunakan bahasa Inggris atau Mandarin tentunya.

Kami yakin, peran didikan kemandirian GONTOR lah yang sangat berperan dalam membentuk mentalitas dan kualitas pribadi sosok seperti Ustadzah Faya ini.

Pantang menyerah, mampu belajar ditengah keterbatasan dan bisa survive dalam kesendirian ditengah gegap gempitanya negeri China yang seperti kita ketahui saat ini menjadi negeri adidaya setelah Amerika.

Baca Juga :

GONTOR telah “menyulap” Ustadzah Faya menjadi Lumba Lumba yang tidak asin meski berenang di lautan yang asin dengan kata lain tidak menjadi komunis meski dia hidup disarangnya komunis dan tidak berlaku hedonis meski bergaul dengan masyarakat negeri OKB seperti China. Seperti Lumba Lumba yang senang dan siap membantu siapapun bagi yang butuh pertolongannya, serta suka belajar hal hal baru.

Untuk itu, siapapun dan darimanapun yang ingin belajar ke China seperti dirinya dan butuh bimbingan, silahkan datang ke PRIMAGO sebab Ustadzah Faya akan dengan senang hati membimbingnya. Saat ini, disamping bergiat di PRIMAGO Grup, Ustadzah Faya juga mengisi hari – harinya dengan mengajar bahasa Mandarin di Lembaga Pendidikan Nurul Fikri Depok.

********

Jual OSB Vitamin Otak Untuk Anak di GONTOR PONOROGO

Tingkatkan Kecerdasan & Semangat Belajar Anak dengan Rutin Konsumsi Nutrisi Otak OSB

Rekening Wakaf Tunai Pesantren Yatim Primago
Yuk…Abadikan Harta Dengan Wakaf Tunai Pembebasan Lahan Pesantren PRIMAGO

Comments

comments